Hubungan Status Pernikahan dengan terjadinya Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)
Abstract
Abstrak
Korban wanita menikah dini lebih cenderung mengalami dampak fisik dan psikologis dari pernikahan dini dan lebih cenderung mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Studi ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana status pernikahan berkorelasi dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di Desa Maron Wetan Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional, instrumen kuesioner kekerasan dalam rumah tangga, dan kuesioner pernikahan dini. Jumlah responden adalah lima puluh. Dalam penelitian ini, metode purposive sampling digunakan, dan jumlah sampel yang diambil pada bulan Juni 2025 adalah 44 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan banyak yang memiliki status menikah dini yaitu sebanyak 31 orang (70,5%) dan yang mengalami KDRT sebanyak 34 orang (77,3%). Hasil uji analisis chi-square menunjukkan nilai p = 0,021 < α = 0,05 berarti ada kaitannya status pernikahan dengan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Desa Maron Wetan Probolinggo. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan acuan bagi pendidikan, kesehatan, penelitian, dan pemerintah desa untuk menyelesaikan masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta dapat memotivasi para wanita untuk tidak menikah dini.
Kata kunci: pernikahan dini, kekerasan dalam rumah tangga, kesehatan perempuan
Abstract
Early marriage has psychological and physical effects, and it increases the likelihood that female victims of early marriage may experience domestic violence (KDRT). The aim of this study was to examine the relationship between domestic violence incidents and marital status in Maron Wetan Village, Probolinggo Regency. A cross-sectional research design, an early marriage questionnaire, and a domestic violence questionnaire are used in this study. The total population was 50 respondents. Purposive sampling was the method employed in this study, and in June 2025, 44 respondents made up the sample. The results of this study indicate that many have an early married status, namely 31 people (70.5%) and who experienced domestic violence as many as 34 people (77.3%). There is a correlation between marital status and the incidence of domestic violence in Maron Wetan Village, Probolinggo, according to the chi-square analysis test results, which showed a p value = 0.021 < α = 0.05. In order to address the problem of domestic abuse and encourage women to put off marriage, this study is meant to be a source of inspiration and direction for the fields of education, health, research, and village administration.
Keywords: early marriage; domestic violence; women's health
